Redesign LinkedIn Mobile App
- Bagus Kusuma
- Sep 4, 2023
- 3 min read
Pendahuluan
Sebagai pengguna aplikasi LinkedIn, saya rasa User Interface dan User Experience dari aplikasi tersebut cukup baik dan mudah dimengerti, namun sebagai seorang UI-UX Designer saya ingin mengembangkan User Interface dari aplikasi tersebut dengan versi saya sendiri dengan harapan dapat meningkatkan aspek User Experience dari aplikasi tersebut. Maka dari itu saya membuat studi kaskus untuk melakukan proses re-design pada aplikasi tersebut.
Apa itu LinkedIn??

LinkedIn adalah sebuah platform media sosial yang dikhususkan untuk profesional. Platform ini berbeda dari platform media sosial lainnya seperti Facebook atau Instagram yang lebih fokus pada aspek sosial dan hiburan. LinkedIn dirancang untuk membantu para pengguna membangun jaringan profesional, berbagi konten terkait karier, dan menjalin hubungan dengan sesama profesional di berbagai industri.
Goals
Saya membagi tujuan atau goals dari studi kasus ini menjadi dua, yaitu:
Goals for me:
Menambah dan meningkatkan skill design dan analisa untuk diri saya sendiri
Meningkatkan rasa simpati dan empati juga kepekaan terhadap permasalahan user
Goals for user:
Untuk meningkatkan User Experience menjadi lebih baik.
Metodologi

Disini saya menggunakan Design Thinking sebagai acuan dalam melakukan proses re-design aplikasi mobile LinkedIn. Alasan saya memilih Design Thinking adalah karena metode bersifat human-centerred , dimana respons dan kepuasan user menjadi prioritas utamanya
Empathize
Pada tahap ini saya melukakan pendekatan kepada user untuk mengetahui kebutuhan user ataupun permasalahan user. Hal ini saya lakukan untuk menghilangkan perspektif subjektif yang muncul dari saya sendiri. Metode yang saya gunakan adalah dengan melakukan wawancara dengan beberapa narasumber atau bisa disebut dengan kualitatif/in-depth-review.
Sample Specification
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, maka saya harus menentukan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh narasumber yang akan saya wawancarai, kriteria-kriteria tersebut adalah:
Pengguna aktif LinkedIn.
Telah menjadi pengguna LinkedIn lebih dari 3 bulan
Question
Saya membagi pertanyaan interview menjadi 3 kategori, yaitu:
Introduction dimana saya akan memperkenalkan diri saya dan maksud dari wawancara, isi dari pertanyaan kategori ini adalah:
"Perkenalkan saya adalah Bagus, saya sedang menyusun studi kasus mengenai aplikasi LinkedIn, dimana tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengembangkan User Interface dari aplikasi ini dan meningkatkan User Experience dari aplikasi ini. Didalam studi kasus ini, saya membutuhkan narasumber untuk saya interview untuk mendapatkan data tentang respons pengguna terhadap aplikasi LinkedIn"
User Habit dimana saya akan menanyakan kebiasaan narasumber dalam menggunakan LinkedIn. Isi dari pertanyaan kategori ini adalah:
"Sudah berapa lama anda aktif sebagai pengguna LinkedIn??"
"Biasanya anda meng-akses LinkedIn via apa??"
"Biasanya aktifitas apa yang anda lakukan di LinkedIn?"
"Hal apa saja yang anda sukai dari LinkedIn?'
"Hal apa saja yang anda kurang sukai dari LinkedIn?"
dan POV dimana saya akan menanyakan narasumber mengenai pendapatnya baik itu kritik maupun saran terhadap layanan aplikasi LinkedIn. Isi dari pertanyaan kategori ini adalah:
"Bagaimana saran dan harapan anda untuk LinkedIn kedepannya??"
"Jika anda adalah tim pengembang LinkedIn fitur apa yang akan anda kembangkan,tambahkan, atau mungkin hapus dari LinkedIn?"
Tools
Karena narasumber yang saya dapatkan kebetulan adalah teman saya sendiri, maka proses interview dilakukan secara tatap muka, untuk media rekam saya menggunakan recorder hp dan buku catatan.
Empathy Mapping
Setelah wawancara selesai dilakukan, saya menyusun jawaban dari narasumber menjadi suatu Empathy Mapping agar saya dapat memahami hasil wawancara lebih baik.

Define Problem
Tahap ini dilakukan untuk merumuskan permasalahan utama untuk studi kasus ini, setelah data dari hasil wawancara berhasil dikumpulkan dan disusun, selanjutnya data tersebut akan diolah untuk dirumuskan menjadi permasalahan utama. Salah satu metode yang saya gunakan untuk merumuskan masalah utama adalah Affinity Diagram, berikut adalah Affinity Diagram yang sudah saya buat:

Dan data hasil survey tersebut pun dapat dijadikan User Persona guna menggambarkan pengguna fiksi yang dapat mewakilkan pengguna aplikasi LinkedIn. Berikut adalah User Persona yang telah disusun :

Ideate
Melihat permasalhan utama yang sudah disusun di tahapan Define Problem, saya dapat menyimpulkan bahwa tampilan aplikasi LinkedIn yang rumit dan tidak sederhana membuat pengguna merasa kebingungan dalam menggunakan aplikasi tersebut. Pengguna lebih condong meng-akses LinkedIn melalui browser daripada aplikasi LinkedIn sendiri.
Prototyping
Testing
Setelah selesai melakukan proses Ideate & Protoyping, maka saya mengundang kembali para narasumber untuk melakukan Usability Testing yaitu pengujian apakah hasilnya sesuai dengan kebutuhan user atau tidak, berikut adalah hasil dari Usability Testing :
User merasa cukup puas dengan tampilan antarmuka yang baru
User lebih mudah memahami informasi dan lebih mudah bernavigasi
User merasa perpindahan bar navigasi yang semula dibawah menjadi diatas, menjadikan user lebih mudah namun memerlukan cukup waktu untuk ber-adaptasi kembali.

















Comments