Re-Design Kaskus Mobile App
- Bagus Kusuma
- Jan 15, 2023
- 4 min read
Sebagai pengguna aplikasi kaskus sejak lama, saya merasakan beberapa permasalahan pada aplikasi tersebut, dan khususnya permasalahan pada design User Interface-nya sehingga mempengaruhi User Experience saya ketika menggunakan aplikasi tersebut. Maka dari itu saya memebuat studi kaskus untuk melakukan proses re-design terhadap tampilan/User Interface aplikasi tersebut, berharap dapat meningkatkan User Experience-nya menjadi lebih baik.
Kaskus
Sebelum memulai proses re-design aplikasi tersebut, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu aplikasi tersebut maupun perusahaan dibaliknya sehingga kita dapat memahami lebih baik value apa yang ingin disampaikan dari perusahaan tersebut melaui aplikasi/produknya.

Kaskus sendiri didirikan pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga orang mahasiswa asal Indonesia yaitu Andrew Darwis, Ronal Stephanus, dan Budi Darmawan di Seattle, Amerika Serikat. Tujuan adanya Kaskus adalah sebagai forum informal bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di luar negri. Arti dari Kaskus sendiri merupakan "Kasak-Kusuk". Kaskus sendiri hingga saat ini telah memiliki beberapa layanan, tiga diantaranya yang sering saya kunjungi adalah Kaskus Jual Beli, Kaskus Tv, dan Kaskus Forum dan telah menjadi salah satu forum online terbesar di Indonesia.
Untuk Kaskus Forum, layanannya terbagi menjadi 3 yaitu bisa diakses melalui website, mobile browser, dan juga aplikasi mobile.
Goals
Tujuan dari studi kaskus ini saya bagi menjadi tiga yaitu:
Goals for me:
>> Menambah dan meningkatkan skill design dan analisa untuk diri saya sendiri
>> Meningkatkan rasa simpati dan empati juga kepekaan terhadap permasalahan user.
Goals for User:
>> Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dialami user
>> Untuk meningkatkan User Experience menjadi lebih baik.
Proses Design
Disini saya menggunakan Design Thinking sebagai acuan dalam melakukan proses re-design aplikasi mobile Kaskus. Alasan saya memilih Design Thinking adalah karena metode bersifat human-centerred , dimana respons dan kepuasan user menjadi prioritas utamanya.

Empathize
Pada tahap ini saya melukakan pendekatan kepada user untuk mengetahui kebutuhan user ataupun permasalahan user dengan metode survey. Hal ini saya lakukan untuk menghilangkan perspektif subjektif yang muncul dari saya sendiri.
Survey
1. Methodology
Metode yang saya gunakan adalah kualitatif/in-depth-review, dimana saya melakukan
survey kepada 3 orang dengan kriteria yang telah ditentukan.
2. Sample Specification
Berikut adalah kriteria yang telah ditentukan :
>> Pengguna Kaskus App yang telah menggunakan Kaskus App minimal 1 bulan.
>> Telah menjadi Kaskuser minimal 3 bulan, dan paham mengenai Kaskus Forum.
>> Usia 18-35 Tahun.
3. Question
Introduction : >>"Perkenalkan saya Bagus, saya sedang menyusun studi kasus me-
ngenai aplikasi Kaskus. output dari studi kasus saya adalah men-
desain ulang tampilan aplikasi tersebut menjadi lebih ramah peng-
guna."
>>"Silahkan memperkenalkan diri anda seperti nama,usia,dll"
User Habit : >>"Sudah berapa lama anda mengenal Kaskus Forum??"
>>"Biasanya anda meng-akses kaskus forum via apa??"
>>"Biasanya aktifitas apa yang anda lakukan di Kaskus Forum?"
>>"Bisakah anda menunjukkan proses aktifitas anda selama meng-
gunakan Kaskus Forum?"
>>"Hal apa saja yang anda sukai dari Kaskus Forum khususnya jika
meng-aksesnya viu aplikasi Kaskus di smartphone??"
>>"Hal apa saja yang anda tidak sukai dari Kaskus Forum khususnya
jika meng-aksesnya via aplikasi Kaskus di smartphone?"
Perspektif : >>"Bagaimana harapan anda untuk Kaskus Forum khususnya pada
aplikasi smartphone-nya??"
4. Tools
Karena narasumber yang saya dapatkan kebetulan adalah teman saya sendiri, maka
proses interview dilakukan secara tatap muka, untuk media rekam saya menggunakan
recorder hp dan buku catatan.
5. Empathy Mapping

Define Problem
Setelah mendapatkan data dari kegiatan survey yang telah dilakukan, maka berikut adalah Affinity Diagram yang telah disusun berdasarkan data tersebut :

Dan data hasil survey tersebut pun dapat dijadikan User Persona guna menggambarkan pengguna fiksi yang dapat mewakilkan pengguna aplikasi Kaskus Forum. Berikut adalah user persona yang telah disusun :

Hasil wawancara pun dapat diolah menjadi User Journey Mapping, dimana bagan ini berfungsi untuk menemukan pain point dari pengguna dan dapat kita temukan celah untuk dijadikan peluang/solusi. Berikut adalah User Journey Mapping yang telah disusun :

Setelah bagan-bagan/diagram-diagram tersebut tersusun berdasarkan hasil data survey yang telah didapatkan, maka dapat ditarik kesimpulan dari masalah yang dialami user dan dapat dijadikan fokus dari studi kasus ini, yaitu sebagai berikut :
>> Pada aplikasi terdapat banyak menu/pilihan yang sama namun terdapat di 2 hala-
halaman yang berbeda/ganda.
>> Pada beberapa halaman, memuat terlalu banyak informasi sehingga user membu-
tuhkan waktu yang cukup lama untuk menyerap seluruh informasi yang disampaikan
Ideate & Prototyping
Generate Solution
Melihat kesimpulan permasalahan, maka saya memutuskan untuk me-redesign beberapa halaman saja yaitu Halaman Utama/Homepage, Sidebar, Notification page, Explore page, dan Profil page. Saya memilih halaman-halaman tersebut karena salah satu dari kesimpulan permasalahan adalah terdapat menu atau pilihan yang sama namun terdapat di 2 halaman atau tempat yang berbeda/ganda, dan pada halaman-halaman tersebut saya rasa memiliki redudansi yang cukup banyak.
Dan pada halaman-halaman tersebut user akan melakukan proses awal pengenalan aplikasi, proses ini adalah proses yang sangat vital karena apabila user tidak bisa menangkap value yang ingin disampaikan atau bisa jadi user merasakan pengalaman yang tidak nyaman, maka user akan berhenti menggunakan aplikasi tersebut.

Lo-Fidelity Design
Low-fidelity Design adalah proses dimana suatu design dibentuk hanya dengan warna dasar namun dengan posisi object yang sudah sesuai. Tujuan dari membuat Low-fidelity adalah untuk mengetahui apakah design yang kita rancang dapat tersusun dengan benar atau tidak. Jika suatu design langsung diisi dengan detail, maka ketika terjadi suatu perubahan atau revisi, maka pekerjaan tersebut akan menjadi sangat merepotkan.

High-fidelity Design
Setelah Low-fidelity design sudah dirasa sesuai, maka selanjutnya dapat dilanjutkan dengan melakukan pewarnaan pada design tersebut dan menambahkan detail-detail yang dibutuhkan sehingga menghasilkan High-fidelity Design. Berikut adalah High-fidelity Design yang sudah dibuat :
Comparison
Homepage

Sidebar

Explore Page

Notification Page

Notification Page

Profil Page

Usability Testing
Setelah selesai melakukan proses Ideate & Protoyping, maka saya mengundang kembali para narasumber untuk melakukan Usability Testing yaitu pengujian apakah hasilnya sesuai dengan kebutuhan user atau tidak, berikut adalah hasil dari Usability Testing :
>> User merasa cukup puas dengan tampilan antarmuka yang baru
>> User mudah untuk melakukan navigasi
>> User dapat lebih cepat memahami informasi yang disampaikan pada suatu halaman
Penutup
Sekian saya ucapkan banyak terima kasih karena telah membaca studi kasus ini, mohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan



Comments